TINJAUAN TENTANG PENERAPAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI SAKSI PELAPOR PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KABUPATEN KARO

SEMBIRING, TELAP PERTAHANENTA, 1503010016 (2019) TINJAUAN TENTANG PENERAPAN PERLINDUNGAN HUKUM BAGI SAKSI PELAPOR PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KABUPATEN KARO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS QUALITY.

[img] Text
SAMPUL.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (3MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (405kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (1MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (9MB)
[img] Text
BAB III-V.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (13MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (898kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan perlindungan hukum bagi saksi, terkhusus saksi pelapor penyalahgunaan narkoba yang berada di Kabupaten Karo, terkhusus Kecamatan Kabanjahe dan Berastagi, dimana yang menjadi topik pembahasan dalam skripsi yang ditulis oleh penulis mengenai saksi, perlindungan dan narkoba. Saksi adalah salah satu komponen penting dalam persidangan, karena untuk menemukan titik terang dalam suatu kasus diperlukan keterangan keterangan yang dapat membantu serta mempermudah kerja baik penyidik ataupun jaksa penuntut umum dalam mendakwa dan menuntut terdakwa dalam menegakkan hukum yang ada. Seperti yang tertuang dalam di dalam Pasal 1 angka 26 di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana saksi didefinisikan sebagai :"Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia Iihat sendiri dan ia alami sendiri". Perlindungan merupakan suatu aspek yang penting yang harus dimiliki setiap warga negara. Dalam Pasal 1 ayat (8) dalam Undang Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban mengatakan, “Perlindungan adalah segala upaya pemenuhan hak dan pemberian bantuan untuk memberikan rasa aman kepada Saksi dan / atau Korban yang wajib dilaksanakan oleh LPSK atau lembaga lainnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini”. Narkoba merupakan obat obatan yang sangat membantu dalam bidang kedokteran, namun penyalahgunaan barang tersebut kini telah memasuki tahapan yang mengkhawatirkan dan berdampak buruk bagi susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang Undang untuk penyalahgunaan Narkoba yaitu, Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 perubahan atas Undang Undang No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

Item Type: Thesis/Skripsi (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Witnesses, Protection and Drugs
Subjects: 300 Sosial Science > 340 Law > 344 Labor Law
Divisions: Fakultas Hukum > Prodi Ilmu Hukum
Department: ["eprint_fieldopt_department_PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM" not defined]
Depositing User: Mar'atul Qibtiyyah
Date Deposited: 28 Jan 2020 07:57
Last Modified: 28 Jan 2020 07:57
URI: http://portaluniversitasquality.ac.id:55555/id/eprint/145

Actions (login required)

View Item View Item